Nattsu

Jumat, 23 Maret 2012

Nattsu 2 tahun
Nattsu 3 tahun
Nattsu adalah Tupai ku. Nattsu ku rawat dari umur 1 tahun - 6 tahun. Nattsu adalah hadiah sangat berharga karena dia adalah teman pertama ku. aku tidak mau menyebutnya hewan peliharaan.
Nattsu is my squirrel. I take care Nattsu from age 1 year - 6 years. Nattsu is a veryprecious gift because he was my first friend. I do not want to call it a pet. 

jangan diam saja

I wait you
aku hanya bisa menangis melihat mu terbaring lemah di hadapan ku
aku tidak bisa apa2 selain menangis
aku melihat mu berlumuran darah dan tidak sadarkan diri
mukamu pucat
kamu menutup mata
aku memanggil mu terus
kenapa kamu tidak sadar juga!
bangun! bangun! bangun!
kenapa tidak bangun juga!
aku tidak suka melihat mu terbaring kaku seperti ini!
ayo tersenyumlah, katakan sesuatu!
jangan diam saja
apa kamu tidak dengar
cepat buka mata mu!
katakan sesuatu!

tapi saat ku memegang tubuhnya. tubuhnya sangat dingin...
apa yang harus ku lakukan!
aku hanya bisa menangis
dan mengatakan 'jangan pergi'
tapi itu semua percuma
karena kau sudah tiada lagi ...


Me ....

Kamis, 15 Maret 2012

Lebih baik aku dikenal lalu dilupakan
daripada dicintai lalu dihianati

Legend of the Guardians Original Soundtrack

Senin, 12 Maret 2012

Legend of the Guardians Original Motion Picture Soundtrack
1. To The Sky – Owl City
2. Flight Home (The Guardian Theme) – David Hirschfelder
3. Taken To St Aggeles – David Hirschfelder
4. Welcome To The Pellatorium – David Hirschfelder
5. A Long Way To The Guardians – David Hirschfelder
6. You Know We’re Flying – David Hirschfelder
7. A Friend Or Two – David Hirschfelder
8. The Boy Was Right – David Hirschfelder
9. Sharpen The Battle Claws – David Hirschfelder
10. Follow The Whale’s Fin – David Hirschfelder
11. Into Battle – David Hirschfelder
12. Hello Brother – David Hirschfelder
13. My Soldiers My Sons – David Hirschfelder
14. More Baggy Wrinkles – David Hirschfelder

Legend of the Guardians Theme Song – “To The Sky” by Owl City

The soundtrack of Legend of the Guardians is as magic as the film!
:)
Yakumo & Haruka
Opening


Yakumo
Comic


Title: Psychic Detective Yakumo aka Shinrei Tantei Yakumo
Genre: Drama/Horror
Company: Bee Train
Format: 13 episodes





Synopsis: Saito Yakumo has psychic powers which he can use to see dead people and pilfer unsuspecting gamblers out of their money.  After a graduation party, Ozawa Haruka and a group of her friends go to an abandoned school building on a test of courage, but one of them becomes possessed by souls of the dead and two of the others inexplicably kill themselves a few days later.  Haruka asks for Yakumo’s help, but the reluctant Yakumo is only prepared to offer his services for a fee.

Nama Marga




Nama-nama Marga di Jepang

Berdasarkan KamusNama Keluarga Jepang (日本苗字大辞典) yang dikeluarkan Juli 1996, terdapat 291.129 nama keluarga yang berbeda di Jepang. Jika nama-nama keluarga tersebut dilafalkan atau dilatinkan sama tapi ditulis dengan huruf kanji yang berbeda maka dihitung sebagai nama keluarga yang berbeda pula, dari sini dipercaya terdapat kira-kira 300.000 nama keluarga di Jepang. Sepuluh nama keluarga dipakai sekitar 10% populasi, dan 7000 nama keluarga yang paling sering dipakai melingkupi lebih dari 96%. Sedangkan, 100 nama keluarga yang paling sering digunakan di bawah melingkupi hampir satu pertiga populasi. Berikut adalah keseratus satu nama tersebut:

1. Sato memiliki arti "wisteria bantuan" (佐藤)
2. Suzuki memiliki arti "pohon lonceng kecil" (鈴木)
3. Takahashi memiliki arti "jembatan tinggi" (高橋)
4. Tanaka memiliki arti "tengah sawah" (田中)
5. Watanabe memiliki arti "batas seberang" (渡辺)
6. Ito memiliki arti "wisteria itu" (伊藤)
7. Yamamoto memiliki arti "gunung asal" (山本)
8. Nakamura memiliki arti "tengah kampung" (中村)
9. Ohayashi memiliki arti "hutan kecil" (小林)
10. Kobayashi memiliki arti "hutan kecil" (小林)
11. Kato memiliki arti "wisteria yang menambah" (加藤)
12. Kichida memiliki arti "sawah kegembiraan" (吉田)
13. Yoshida memiliki arti "sawah kegembiraan" (吉田)
14. Yamada memiliki arti "sawah di gunung" (山田)
15. Sasaki memiliki arti "pohon bantuan" (佐々木)
16. Yamaguchi memiliki arti "mulut gunung" (山口)
17. Matsumoto memiliki arti "pohon pinus asal" (松本)
18. Ine memiliki arti "atas sumur" (井上)
19. Inoue memiliki arti "atas sumur" (井上)
20. Saito memiliki arti "wisteria penyucian" (斎藤)
21. Kimura memiliki arti "kampung pohon" (木村)
22. Hayashi memiliki arti "hutan kecil" (林)
23. Rin memiliki arti "hutan kecil" (林)
24. Kiyomizu memiliki arti "air suci" (清水)
25. Shimizu memiliki arti "asir suci" (清水)
26. Yamasaki memiliki arti "lembah gunung" (山崎)
27. Ikeda memiliki arti "sawah berkolam" (池田)
28. Abe memiliki arti "bagian sudut" (阿部)
29. Mori memiliki arti "hutan" (森)
30. Hashimoto memiliki arti "jembatan asal" (橋本)
31. Yamashita memiliki arti "gunung di bawah" (山下)
32. Ishikawa memiliki arti "sungai berbatu" (石川)
33. Nakashima memiliki arti "pulau pusat" (中島)
34. Maeda memiliki arti "depan sawah" (前田)
35. Fujita memiliki arti "sawah wisteria" (藤田)
36. Ogawa memiliki arti "sungai kecil" (小川)
37. Kokawa memiliki arti "sungai kecil" (小川)
38. Okada memiliki arti "sawah di bukit" (岡田)
39. Gato memiliki arti "belakang wisteria" (後藤)
40. Goto memiliki arti "belakang wisteria" (後藤)
41. Hasegawa memiliki arti "sungai lembah panjang" (長谷川)
42. Hayagawa memiliki arti "sungai lembah panjang" (長谷川)
43. Samurakami memiliki arti "kampung atas" (村上)
44. Murakami memiliki arti "kampung atas" (村上)
45. Kondo memiliki arti "dekat wisteria" (近藤)
46. Chikafuji memiliki arti "dekat wisteria" (近藤)
47. Ishii memiliki arti "sumur berbatu" (石井)
48. Sakamoto memiliki arti "bukit asal" (坂本)
49. Endo memiliki arti "wisteria yang jauh" (遠藤)
50. Aoki memiliki arti "pohon hijau" (青木)
51. Fujii memiliki arti "sumur wisteria" (藤井)
52. Nishimura memiliki arti "kampung barat" (西村)
53. Fukuda memiliki arti "sawah keberuntungan" (福田)
54. Oota memiliki arti "sawah besar" (太田)
55. Miura memiliki arti "tiga teluk" (三浦)
56. Fujihara memiliki arti "padang wisteria" (藤原)
57. Okamoto memiliki arti "bukit asal" (岡本)
58. Matsuda memiliki arti "sawah berpohon pinus" (松田)
59. Saitou memiliki arti "wisteria yang sama" (斉藤)
60. Nakagawa memiliki arti "sungai tengah" (中川)
61. Nakano memiliki arti "padang tengah" (中野)
62. Harada memiliki arti "sawah di padang rumput" (原田)
63. Ono memiliki arti "padang kecil" (小野)
64. Kono memiliki arti "padang kecil" (小野)
65. Sanu memiliki arti "padang kecil" (小野)
66. Takeuchi memiliki arti "rumah bambu" (竹内)
67. Tamura memiliki arti "kampung bersawah" (田村)
68. Kaneko memiliki arti "anak emas" (金子)
69. Wada memiliki arti "sawah Jepang" (和田)
70. Nakayama memiliki arti "gunung tengah" (中山)
71. Ishida memiliki arti "sawah berbatu" (石田)
72. Ageda memiliki arti "sawah atas" (上田)
73. Ueda memiliki arti "sawah atas" (上田)
74. Kamida memiliki arti "sawah atas" (上田)
75. Jouda memiliki arti "sawah atas" (上田)
76. Morita memiliki arti "sawah hutan" (森田)
77. Hara memiliki arti "padang rumput" (原)
78. Shibata memiliki arti "sawah kayu bakar" (柴田)
79. Sakai memiliki arti "sumur tuak" (酒井)
80. Sakei memiliki arti "sumur tuak" (酒井)
81. Kudo memiliki arti "pendirian wisteria" (工藤)
82. Kodo memiliki arti "pendirian wisteria" (工藤)
83. Yokoyama memiliki arti "gunung datar" (横山)
84. Miyazaki memiliki arti "tanjung istana" (宮崎)
85. Miyamoto memiliki arti "istana asal" (宮本)
86. Uchida memiliki arti "sawah dalam" (内田)
87. Kouki memiliki arti "pohon tinggi" (高木)
88. Takaki memiliki arti "pohon tinggi" (高木)
89. Ando memiliki arti "wisteria yang damai" (安藤)
90. Taniguchi memiliki arti "mulut lebah" (谷口)
91. Oono memiliki arti "padang luas" (大野)
92. Imai memiliki arti "sumur sekarang" (今井)
93. Maruyama memiliki arti "gunung melingkar" (丸山)
94. Kouda memiliki arti "sawah tinggi" (高田)
95. Takata memiliki arti "sawah tinggi" (高田)
96. Kawano memiliki arti "padang sungai" (河野)
97. Kouno memiliki arti "padang sungai" (河野)
98. Fujimoto memiliki arti "wisteria asal" (藤本)
99. Ojima memiliki arti "pulau kecil" (小島)
100. Kojima memiliki arti "pulau kecil" (小島)
101. Takeda memiliki arti "sawah prajurit" (武田)

Sejarah Penggunaan Nama Keluarga

Sebelum zaman Meiji (1868-1912), penggunaan nama keluarga adalah sesuatu yang jarang dilakukan kecuali oleh keluarga samurai, bangsawan, pedagang, dan pekerja seni. Rakyat jelata yang menjadi mayoritas masyarakat pada saat itu ditunjukkan oleh nama pemberian mereka dan wilayah tempat mereka berasal. Selama berlangsungnya zaman Meiji, pemerintah bakufu dengan pengesahan dari Tenno Meiji menjadikan penggunaan nama keluarga ini wajib bagi setiap orang dan mereka harus memilih nama keluarga dari daftar huruf kanji yang belum disahkan seperti sekarang.

Karakteristik Nama Keluarga

Mayoritas nama keluarga Jepang terdiri dari satu atau dua kanji yang sebagian besar merupakan petunjuk geografis seperti sungai (kawa), gunung (yama), atau hutan (mori) juga kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang mudah dihafal seperti kanji satu (ichi), kecil (koba), atau bambu (take). Nama keluarga muncul dengan beragam frekuensi di beberapa daerah; contohnya, nama keluarga Chinen (知念), Higa (比嘉), dan Shimabukuro (島袋) sangat umum di Okinawa tapi tidak di daerah; sebagian besar karena perbedaan bahasa dan budaya antara orang Yamato (kelompok etnis asli dominan di Jepang) dan orang Okinawa. Di Jepang, memanggil seseorang dengan nama keluarga bahkan di antara teman menjadi sebuah kebiasaan. Sama ketika menulis nama seseorang, nama keluarga selalu disimpan sebelum nama pemberian (nama depan). Banyak orang Jepang yang tersinggung ketika nama depan dan nama belakang mereka dipertukarkan seenaknya.

Gombal (1)

Jumat, 09 Maret 2012

Kata Gombal Cinta


- Dingin malam ini menusuk tulang. Kesendirian adalah kesepian. Maukah kau jadi selimut penghangat diriku ?


ABCDEF – Always Be Carefull Don’t Ever Forget me
JKLMNOPQRSTUVW – Juz Keep Lovin Me coz No Other Person Quite Right Shall Treat U Very Well
XYZ – Xee You Zoon.





- Setiap malam aku berjalan-jalan di suatu tempat. Kamu tau di mana itu ? Di hatimu. 


Kata Gombal Lucu



” haloo…hany.. kamu lagi ngapain..? , han… aku kangen banget….sama Jerawat kamu ” 


” Andai saja detik waktu ini dapat aku hentikan.., aku pasti akan selalu berada disampingmu sayang…tanpa harus diusir sama babehmu..!”